| 
  • If you are citizen of an European Union member nation, you may not use this service unless you are at least 16 years old.

  • Stop wasting time looking for files and revisions. Connect your Gmail, DriveDropbox, and Slack accounts and in less than 2 minutes, Dokkio will automatically organize all your file attachments. Learn more and claim your free account.

View
 

7 Vaksin yang disarankan untuk orang dewasa

Page history last edited by Eko Priyanto 4 years, 5 months ago

Vaksin datang dari bhs latin vacca (sapi) serta vaccinia (cacar sapi). Vaksin yaitu bahan antigenik yg difungsikan buat membuahkan kekebalan aktif pada satu penyakit jadi sanggup menahan atau kurangi dampak infeksi oleh organisme alami atau liar. 

 

Vaksin sanggup berwujud galur virus atau bakteri yg udah dilemahkan jadi tdk mengundang penyakit. Vaksin sanggup juga berwujud organisme mati atau hasil-hasil pemurniannya (protein, peptida, partikel sama virus, dan lain-lain.). Vaksin bakal buat persiapan sistim kekebalan manusia atau hewan buat bertahan pada serangan patogen spesifik, lebih-lebih bakteri, virus, atau racun. Vaksin juga dapat menunjang sistim kekebalan buat melawan beberapa sel degeneratif (kanker). 

 

Pemberian vaksin diberikan buat merangsang sistim imunologi badan buat membuat antibodi khusus jadi sanggup membuat perlindungan badan dari serangan penyakit yg sanggup di hindari dengan vaksin. Ada banyak tipe vaksin. Tapi, apapun ragamnya tujuannya sama, yakni merangsang reaksi kekebalan tanpa ada mengundang penyakit. 

 

JENIS-JENIS VAKSIN 

1. Live attenuated vaccine 

Vaksin hidup yg di buat dari bakteri atau virus yg telah dilemahkan daya virulensinya lewat langkah kultur serta perlakuan yg berulangkali, tapi masih tetap sanggup mengundang reaksi imunologi yg menyerupai dengan infeksi alamiah. Pembawaan vaksin live attenuated vaccine, yakni : 

 

Vaksin sanggup tumbuh serta berkembang biak hingga mengundang tanggapan imun jadi diberikan berbentuk dosis kecil antigen 

Tanggapan imun yang di dapatkan menyerupai dengan infeksi alamiah, tidak usah dosis berganda 

Di pengaruhi oleh circulating antibody jadi ada resiko netralisasi apabila saat pemberiannya tdk pas. 

Vaksin virus hidup sanggup bermutasi jadi bentuk patogenik 

Sanggup mengundang penyakit yg sama dengan infeksi alamiah 

Punya kebolehan proteksi waktu panjang dengan keefektifan menjangkau 95% 

Virus yg udah dilemahkan sanggup bereplikasi di pada badan, menaikkan dosisi asli serta berfungsi sebagai imunisasi ulangan 

Contoh : vaksin polio (Sabin), vaksin MMR, vaksin TBC, vaksin demam tifoid, vaksin campak, gondongan, serta cacar air (varisela). 

 

2. Inactivated vaccine (Killed vaccine) 

Vaksin di buat dari bakteri atau virus yg dimatikan dengan zat kimia (formaldehid) atau bisa saja dengan pemanasan, sanggup berwujud semua area dari bakteri atau virus, atau area dari bakteri atau virus atau toksoidnya saja. Pembawaan vaksin inactivated vaccine, yakni : 

 

Vaksin tdk sanggup hidup jadi semua dosis antigen sanggup dimasukkan berbentuk antigen 

Tanggapan imun yg muncul sebagian besar yaitu humoral serta cuma sedikit atau tdk mengundang imunitas seluler 

Titer antibodi sanggup alami penurunan sehabis sekian hari jadi diperlukan dosis ulangan, dosis pertama tdk membuahkan imunitas protektif tapi cuma meningkatkan serta buat persiapan sistim imun, tanggapan imunprotektif baru barumuncul sehabis dosis ke dua serta ketiga 

Tak di pengaruhi oleh circulating antibody 

Vaksin tdk sanggup bermutasi jadi bentuk patogenik 

Tak sanggup mengundang penyakit yg sama dengan infeksi alamiah 

Contoh : vaksin rabies, vaksin influenza, vaksin polio (Salk), vaksin pneumonia pneumokokal, vaksin kolera, vaksin pertusis, serta vaksin demam tifoid. 

 

3. Vaksin Toksoid 

Vaksin yg di buat dari lebih dari satu tipe bakteri yg mengundang penyakit dengan memasukkan toksin dilemahkan dalam aliran darah. Bahan miliki sifat imunogenik yg di buat dari racun kuman. Hasil pembuatan bahan toksoid yg jadi disebut yaitu wajar fluid plain toxoid yg sanggup merangsang terbentuknya antibodi antitoksin. Imunisasi bakteri toksoid efisien sepanjang setahun. Bahan ajuvan difungsikan buat memperlama rangsangan antigenik serta menaikkan imunogenesitasnya. Contoh : Vaksin Difteri serta Tetanus 

 

4. Vaksin Acellular serta Subunit 

Vaksin yg di buat dari area spesifik dalam virus atau bakteri dengan melaksanakan kloning dari gen virus atau bakteri lewat rekombinasi DNA, vaksin vektor virus serta vaksin antiidiotipe. Contoh vaksin hepatitis B, Vaksin hemofilus influenza jenis b (Hib) serta vaksin Influenza. 

 

5. Vaksin Idiotipe 

Vaksin yg di buat menurut karakter kalau Fab (fragment antigen binding) dari antibodi yg dihasilkan oleh tiap tiap klon sel B punya kandungan asam amino yg disebut yaitu idiotipe atau determinan idiotipe yg sanggup melakukan tindakan sebagai antigen. Vaksin ini sanggup halangi perkembangan virus lewat netralisasai serta pemblokiran pada reseptor pre sel B. 

 

6. Vaksin Rekombinan 

Vaksin rekombinan amat mungkin produksi protein virus dalam jumlah besar. Gen virus yg dikehendaki dideskripsikan dalam sel prokariot atau eukariot. Sistim ekspresi eukariot mencakup sel bakteri E. coli, yeast, serta baculovirus. Dengan technologi DNA rekombinan tidak cuman dihasilkan vaksin protein juga dihasilkan vaksin DNA. Pemakaian virus sebagai vektor buat membawa gen sebagai antigen pelindung dari virus yang lain, contohnya gen buat antigen dari beraneka virus jadikan satu dalam genom dari virus vaksinia serta imunisasi hewan dengan vaksin bervektor ini membuahkan tanggapan antibodi yg baik. Susunan vaksin ini (contoh hepatitis B) perlu epitop organisme yg patogen. Sintesis dari antigen vaksin itu lewat isolasi serta pemilihan kode gen epitop buat sel penerima vaksin. 

 

7. Vaksin DNA (Plasmid DNA Vaccines) 

Vaksin dengan pendekatan baru dalam technologi vaksin yg punya potensi dalam menginduksi imunitas seluler. Dalam vaksin DNA gen spesifik dari mikroba diklon dalam satu plasmid bakteri yg direkayasa buat menaikkan ekspresi gen yg diinsersikan dalam sel mamalia. Sehabis disuntikkan DNA plasmid bakal menetap dalam nukleus sebagai episom, tdk berintegrasi dalam DNA sel (kromosom), seterusnya mensintesis antigen yg dikodenya. 

 

Tidak cuman itu vektor plasmid punya kandungan sekuens nukleotida yg miliki sifat imunostimulan yg bakal menginduksi imunitas seluler. Vaksin ini menurut isolasi DNA mikroba yg punya kandungan kode antigenyang patogen serta waktu ini tengah dalam perubahan kajian. Hasil akhir kajian pada binatang percobaan memperlihatkan kalau vaksin DNA (virus serta bakteri) merangsang tanggapan humoral serta selular yg cukup kuat, sedang kajian klinis pada manusia waktu ini tengah dijalankan.

 

Rujukan: Vaksin yang disarankan untuk orang dewasa